Senin, 15 Mei 2017

a bunch of pukis original and chocolate.
asik ya namanya haha.
tadi abis nyetrika setinggi gunung, pengen masak sesuatu. trus inget masi punya sisa ragi instan zaman dulu.
karena muales bgt make nya buat bikin roti, akhirnya inget klo bisa dipake buat pukis.
oya tips buat tau ragi nya masih oke/aktif apa enggak, dilarutkan dengan sedikit air dan didiamkan 10menit klo keluar buih2 berarti masih bagus.

trus pulang kerja, ibuk beli susu kental manis. di kulkas masi ada sisa buah naga dan alpukat. jadi deh ea buah seadanya.

selamat berbuka!

Sabtu, 13 Mei 2017

tamasya

jam segini belum ngantuk.
abis magrib tadi tidur. bangun jam 9an. makan terus sholat. lanjut naik tempat tidur lagi.
ceritanya lagi demam.

efek abis tamasya tadi siang.
berawal dari ajakan oknum M buat main. saya yg baru2 ini pernah liat foto temen lagi tiduran di pantai pake tiker. hm kayaknya enak nih klo piknik.
akhirnya disepakatilah klo sabtu ini makan siang di pantai.
biar irit, bawa bekal masing2 dari rumah.
setelah japri beberapa orang akhirnya fix cuma berempat aja.

sampe di pantai sekitar jam 2an. langsung bentang tiker dan turunin makanan. eh ada ibuk2 nyamperin. sok asik nanya2 ujung2nya minta duit. alesannya parkir dan duit kebersihan.
berhubung pada kritis, ga terima dipalak gitu kita adu argumen ama itu ibuk.
katanya ini tanah dia.
"lah bukannya ini milik pemerintah ya buk?"
"iya tapi saya sewa ini tempat. tong sampah semua ini saya yg buat."
"lah mana surat2nya buk?", oknum E yg paling berani nantangin ibuk.
"ntar kita ga nyampah kok buk. kita bersihin".
"pokoknya ga bisa. bla bla bla".

oknum M yg ga tahan akhirnya nyerahin juga 10rb an sama tu ibuk. udah dikasih masih aja ngomel2 sambil pergi.

kita jadi ilang selera makan abis ketemu tu ibuk. etapi tetep abis juga ding haha laper.
selanjutnya kita foto2.
ngobrol ngalor ngidul.
tidur2an.
sambil ditemani angin pantai dan teduhnya pohon pinus.

Senin, 08 Mei 2017

stasiun.
tempat bertemu dan berpisah.
dulu sebulan sekali, pukul 7 pagi hari setiap senin.

ternyata susah post via ponsel apalagi kalo ada fotonya

Jumat, 05 Mei 2017

Kue Soes

semenjak menjadi pengangguran, di rumah doang ga ada kerjaan. akhirnya coba2 buat kue soes.
dari dulu suka banget sama kue ini. kalo ketoko kue biasanya suka beli.
nah suatu ketika, pas lagi ke puskesmas. lagi nunggu antrian. saya iseng browsing resep kue soes.
pulang dari puskesmas, saya cus beli beberapa bahan yg dibutuhkan.
ternyata tepung yg dipake adalah tepung protein tinggi yg biasa dipake buat roti.
cara buatnya juga ga begitu sulit.
begini nih :
siapin 100 gr mentega, 200 ml air dan 1/4 sdt garam. semua bahan direbus sampe mendidih. kalo udah mendidih dan mentega larut, masukin 150 gr tepung. diaduk sampe kalis. api nya kecil aja. pastiin adonan ga ada bulir2 tepung yaa.
kalo udah, angkat dan tunggu hingga anget. baru masukin 3 butir telur. masukin satu2 ya sambil dimixer. pake standing mixer aja biar gampang. klo udah tercampur rata, panasin oven 190 derajat. siapin loyang yg udah dioles mentega. cetak adonan tadi. bisa pake spuit biar cantik bentuknya. kalo udah, panggang selama 45 menit. jangan dibuka2 ovennya sampe gelembung mentega di adonannya kering semua yaa.

sembari menunggu. kita buat vla nya. siapin 250 ml susu cair. tambahkan sekitar 2 sdm gula pasir trus direbus. siapin juga 1.5 sdm tepung maizena yg udah dilarutkan dg air. klo mau vla nya lembut, tambahkan 1 butir kuning telur yg dikocok lepas ke dalam larutan maizena tadi. kalo susu nya udah mendidih, masukin larutan maizena n telur sambil diaduk hingga meletup dikit2 ya. trus klo udah dirasa cukup, angkat dan masukin kulkas deh.

nah ntar klo soes nya udah mateng dan dingin, belah dari pinggir terus isi pake vla nya. hm enaknyaaa

demi apa

demi apa coba instal blogger di henpon? biar lebih produktif gitu kali ya haha apa2 ntar langsung cerita.
okedeh let see.

Senin, 14 November 2016

Mendaki Gunung, Lewati Lembah (Part 3 - End)

Kami melewatkan sunrise, sesuatu yang dikejar-kejar para pendaki lain. Oh ya, selama perjalanan, kami tidak menemukan pendaki lain. Pun ketika mendirikan tenda. Suasana di atas sana sepi. Hanya ada kami berenam saja. sepertinya karena bukan weekend, jadi tidak rame.
Selamat pagi

Ini penampakan tenda biru kami


Di luar sudah terang. Kami memenuhi syarat saja, setidaknya ada foto-foto. hehehe. Beberapa sibuk foto pake kertas yang bertuliskan nama teman-temannya. Beberapa lainnya hanya menikmati pemandangan. Ada juga yang langsung masak mie karena laper hehe juga buatin kita susu panas, hm.. sedap.

Selesai minum susu dan foto-foto, kami meninggalkan tenda untuk pergi ke Bukit Teletubies yang tidak begitu jauh dari puncak, tempat kami mendirikan tenda. Sesampainya di sana, kami langsung mengabadikan beberapa foto dengan background dua gunung, yaitu Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Puas berfoto, kami kembali ke tenda untuk memasak.

Perjalanan menuju Bukit Teletubies
Foto dengan background dua gunung
Pose aneh-aneh tanda kedinginan

Karena nasi yang dimasak malam tadi gagal, Z yang akhirnya ambil tindakan untuk masak nasi dan mie goreng. Katanya sih dia selalu sukses masak nasi kalau di gunung. Sementara itu saya dan L memasak lauk berupa telor dadar, tempe goreng, dan sambel goreng. Si E masuk tenda dan tidur, S asyik foto-foto, dan J sibuk beres-beres dan mengupas nanas (iya, J emang request bawa nanas ke atas).
Masak-masak
Tidak lama, makanan telah tersaji. Wah untuk ukuran di gunung, kami makan lumayan mewah. Hehe. Kami makan di dalam tenda sambil membuat video mengenai perjalanan kami dari awal sampai akhirnya sukses mencapai puncak Gunung Prau.
Selamat makann
Selesai makan, kami langsung beres-beres karena sudah mulai turun kabut. Kami berdoa semoga tidak hujan selama perjalanan turun. Air yang kami bawa ternyata jauh dari cukup. Kami cukup irit menggunakan air. Namun karena beban yang kami bawa harus lebih ringan, maka kami menggunakan sisa air untuk cuci piring dan hal lain yang menggunakan air (termasuk BAB, hehe yang beruntung bisa BAB di atas cuma L dan E saja).

Setelah semua barang termasuk sampah selesai di kemas, kami berdoa sebelum pulang. Dan pukul 11 kami turun.
Ayo turun
Perjalanan turun tidak sesulit naik tentu saja. di awal perjalanan terasa menyenangkan, masih bisa mengobrol sana sini. Karena siang hari, kami baru bisa melihat medan yang semalam kami lewati. Wah lumayan seram juga ya, di beberapa bagian jalur yang kami tapaki itu tampak jurang yang cukup dalam. Hii musti hati-hati.
Sebelah kiri ternyata jurang
Tempat jatuh malam tadi

Turun pelan-pelan

Pemandangan selama perjalanan

Setengah perjalanan, kaki saya mulai sakit dibagian telapak dan engsel nya. Mungkin karena menahan beban tubuh. Padahal tas yang saya bawa itu sangat ringan lho. Hehe emang saya aja yang lemah. Mamasuki waktu dzuhur, mulai turun gerimis. Kami berjalan dengan hati-hati karena jalannya licin. J dan L tertinggal dibelakang bersama saya karena terlalu sering membantu saya turun. Sedangkan tiga lainnya sudah jauh di depan.

Mendekati pos 1, E, S dan Z sudah menunggu. Kami istirahat sejenak sambil makan nata de coco. Setelah stabil, kami lanjut jalan lagi. Dan lagi-lagi saya, J dan L tertinggal karena kaki saya yang semakin nyut-nyutan rasanya. Belum lagi gerimis yang tadinya ringan, semakin deras dan menjadi hujan.
Istirahat dulu
Pemandangan mendekati basecamp
Saya benar-benar harus dibantu turun oleh L. Rasanya nggak mau turun aja sangking sakitnya kaki ini. Penuh perjuangan dan kesabaran, kami akhirnya sampai di basecamp pukul setengah 1 dalam kondisi basah. Tiga lainnya sudah lebih dulu sampai, bahkan mereka telah berganti baju dan istirahat santai di basecamp.

Selesai bersih-bersih dan sholat, kami istirahat sembari mengobrol. Kondisinya benar-benar dingin. Karena lelah, beberapa dari kami tertidur, termasuk saya. Hehe.
Kelaparan, kedinginan
Kami memutuskan pulang setelah Ashar. Meskipun hujan tidak kunjung reda, namun kami harus segera pulang karena perjalanan menuju Yogya masih panjang. Setelah berkemas-kemas dan pamit, kami memacu motor menuju Jogja lengkap dengan mantel andalan.

Sampai di Wonosobo, kami memutuskan makan di salah satu warung makan di pinggir jalan. Tidak lama setelah makan, adzan Magrib berkumandang. Kami melanjutkan perjalanan dan berhenti di salah satu SPBU untuk sholat dan mengisi bensin.

Perjalanan di lanjutkan. Dalam kondisi hujan dan tubuh yang lelah, perjalanan pulang ini terasa lamaaaaa sekali. Saya yang dibonceng oleh L saja sampai 4 kali tertidur. Padahal L memacu Revo-nya dengan kecepatan yang tinggi. Duh rasanya badan remuk semua.

Pukul 8 kami sampai ke kontrakan E dalam kondisi basah kuyup. Di sana kami langsung bongkar isi tas untuk dibawa pulang masing-masing. Setelah semua barang dibereskan, Z dan J segera mengembalikan beberapa barang yang di sewa. Sementara saya dan yang lainnya pulang ke kosan masing-masing.

Begitulah petualangan dua hari yang melelehakan.

Sampai jumpa di petualangan berikutnya.